Jobsheet: Tugas Praktik Manajemen Bandwidth dan Load Balancing
Dalam dunia jaringan modern, manajemen bandwidth dan load balancing adalah kunci untuk menjaga performa jaringan tetap stabil. Bandwidth management mengatur kecepatan akses tiap pengguna, sementara load balancing membagi beban trafik ke beberapa jalur atau server agar tidak terjadi kemacetan. Praktik ini menggunakan Mikrotik RouterOS sebagai alat bantu utama.
Tujuan Pembelajaran
-
Mengetahui konsep dasar manajemen bandwidth dan load balancing.
-
Mampu mengkonfigurasi limitasi kecepatan per IP.
-
Mampu mengatur dua koneksi internet sebagai jalur redundan (failover) atau pembagi beban.
Perangkat yang Dibutuhkan
-
1 Router Mikrotik (RB750/Hex atau versi CHR di VirtualBox)
-
2 Sumber Internet (ISP A & ISP B) – bisa disimulasikan
-
2 Client (PC/Laptop)
-
Kabel LAN dan Switch
Topologi Praktik
+--------------------+
Internet 1 ------| |
| Mikrotik |------ Client 1
Internet 2 ------| |------ Client 2
+--------------------+
Langkah-Langkah Praktik
A. Konfigurasi Manajemen Bandwidth
-
Buat IP Pool dan DHCP untuk Klien
/ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.10.10-192.168.10.100
/ip dhcp-server add name=dhcp1 interface=ether2 address-pool=dhcp_pool
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1
-
Set Queue Simple (Limit Bandwidth)
/queue simple add name=client1 target=192.168.10.10/32 max-limit=1M/512k
/queue simple add name=client2 target=192.168.10.11/32 max-limit=2M/1M
-
Tes Bandwidth
-
Gunakan speedtest.net dari masing-masing PC.
-
Bandingkan hasil dengan konfigurasi bandwidth.
B. Konfigurasi Load Balancing (NTH Method)
-
Pastikan dua ISP terhubung di ether1 dan ether3
/ip address
add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 # ISP1
add address=192.168.2.2/24 interface=ether3 # ISP2
add address=192.168.10.1/24 interface=ether2 # LAN
-
Tambahkan Route untuk Load Balancing
/ip route
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=to_ISP1 check-gateway=ping
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-mark=to_ISP2 check-gateway=ping
-
Buat Mangle Rule untuk Load Balancing
/ip firewall mangle
add chain=prerouting dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/0 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP1 passthrough=yes
add chain=prerouting dst-address-type=!local per-connection-classifier=both-addresses:2/1 action=mark-routing new-routing-mark=to_ISP2 passthrough=yes
-
Tes Load Balancing
-
Lakukan ping dan traceroute dari 2 PC ke
8.8.8.8 -
Bandingkan jalur keluar, apakah melalui gateway berbeda.
Output yang Diharapkan
-
Kecepatan akses internet tiap klien berbeda sesuai limitasi.
-
Dua ISP aktif dan membagi beban akses keluar.
-
Jalur akses tetap berjalan saat salah satu ISP mati (failover opsional).
Evaluasi Praktik
| Komponen | Penilaian |
|---|---|
| Queue berhasil membatasi bandwidth tiap user | ✓ / ✗ |
| Load balancing aktif (ISP1 dan ISP2 berbagi trafik) | ✓ / ✗ |
| Failover berjalan jika satu koneksi mati | ✓ / ✗ |
| Konfigurasi IP dan DHCP berfungsi | ✓ / ✗ |
| Traceroute sesuai dengan gateway berbeda | ✓ / ✗ |
Kesimpulan
Manajemen bandwidth dan load balancing sangat penting untuk menjaga performa jaringan dalam lingkungan multiuser. Dengan menggunakan Mikrotik, siswa dapat belajar menerapkan teknik pembatasan akses dan pengaturan distribusi beban secara praktis. Pengalaman ini akan sangat berguna untuk implementasi nyata di dunia kerja.
FAQ
1. Apakah bisa manajemen bandwidth untuk banyak pengguna sekaligus?
Ya, bisa menggunakan queue tree atau queue simple secara massal.
2. Load balancing ini bisa digabung dengan failover?
Bisa, Mikrotik mendukung konfigurasi kombinasi antara load balancing dan failover otomatis.
3. Apakah dua ISP harus sama kecepatannya?
Tidak wajib, tapi sebaiknya seimbang untuk distribusi trafik yang efektif.
4. Apakah ini bisa diterapkan di jaringan sekolah?
Sangat bisa. Bahkan bisa ditambah filter konten dan pemantauan trafik.
5. Mikrotik gratis atau berbayar?
Mikrotik CHR bisa digunakan gratis dengan fitur terbatas, atau berbayar untuk lisensi penuh.
Posting Komentar